Lelah

by - Oktober 09, 2017



"Dan aku yakin pencarian akan disambut oleh penantian."

Selamat malam sunyi, dan namamu yang cemas aku cari.

Ku lepaskan kaki memijakkan jalan, sembari mata berusaha melihat apa yang diinginkan. Jodoh? Pasangan? Itulah perihal kenapa hati berontak atas kesendirian yang telah lama tersuak.

Aku merindukan hadirnya senyuman.

Telah lama aku berdiri dan menunggu, hadirmu adalah alasan kenapa do'a selalu berderu. Bukannya aku menaifkan atas takdir yang tertuliskan, ketahuilah aku hanya ingin menggapai agamaku yang denganmu akan segera tersempurnakan.

Lalu dimanakah kamu?

Terkadang perjuangan menunjukkan lelahnya. Ku coba istirahat dan tertidur lalu aku terbangun dan tanganmu telah cantik terulur. Yah!! Itu hanya bayangan atau mungkin mimpi atas jiwa yang terlampau merindukan.

Ku sambut pagiku dengan melamunkan teh ataupun kopi panasmu. Kau berdiri disampingku dan menawarkan makanan apa yang ingin ku sapu. Ku jawab dengan segeraku, "ku tak ingin makanan, ku hanya ingin senyuman, pelukan, kecupan, dan laparku akan terkenyangkan." Yah.. itulah kegilaan yang mengutuk keadaan.

Ku coba bangun dari indahnya mimpi, ku hempas doa tertatih dan berlari. Namamu yang masih ilusi ku ratap dalam kesedirianku yang sendiri. Kini aku hanya bisa berbisik pada Sang Pemilik atas sepiku yang terusik dan tercabik.

Ku angkat tangan dan ku ucap salam, untukmu yang rinduku akan bermalam. :)

You May Also Like

1 komentar