Wanita Lauihil Mahfudz

by - Agustus 28, 2017


Kini ku tuliskan tentang seorang wanita yang mungkin kau tak sangka, tak usah kau tebak siapa dia, karna itu terpendam agar kekagumanku tak berhenti menghujam.

Assalamaamu'laikum fajar, dan namamu yang terang tak terujar.

Hey.. aku ingin menyapamu kini, kau; wanita yang terbalut rasa malu yang tinggi. Kenapa kau dulu tak berani menatapku, atau mungkin itu adalah caramu menjaga pandanganmu? Ahh sudahlah, intinya aku terkagum denganmu.

Tahukah kau, bagaimana rasa ini berkembang? Iya, ia bagai rasa bungah dan lincah seperti larian anak kecil yang tak tau susah. Sering aku mencuri pandang atas setiap lugumu yang tersandang berharap aku dapat menjadi sosok lelaki yang tak kau tendang. Dan akhirnya penasaranku berkolaborasi dengan senaman jariku, ku ketik namamu dan ku geser fotomu, tapi ah.... mungkin takdir menghentikan perburuan, atau mungkin inilah cara Tuhan untuk memperindah kehidupan.

Sedikit demi sedikit keterpaksaan memaksaku mundur, aku tak ingin mengganggu perasaaanmu yang indah terbaur. Iya mungkin kau lihat diriku seperti biasa, itu karena aku tak ingin bermain dengan perasaan yang memaksa.

Berbelok tujuan, menghormati kawan, itulah cara terbijak untuk berakrab atas apa yang terpaparkan.

Aku tau semua telah berbeda, kau tak lagi dengannya. Penasaranku mulai memainkan perananan, namun itu tak seperti dulu karena aku telah terjebak luka atas wanita yang mungkin kau dapat sebutkan.

Waktu semakin melaju, dan akhirnya aku sadar itu hanyalah masa lalu.

Teringat kembali aku akan dirimu yang pernah memanggilku karena kamera, dulu. Iya itu kamera hitam, dan duduk disampingmu kala itu adalah perayaan atas penasaranku yang mencengkram.

Namun aku ragu...

Bercermin dan kupandang atas kehinaan diriku dihadapan Tuhan, karena aku tau kini adalah agama yang kau prioritaskan. Aku senang dan aku berjuang, berharap tanganmu adalah genggamanku untuk berjalan pada surga yang selalu terniang, dan tunggu aku datang.

Tuhan selalu mengetahui maksud, dan semoga kau adalah wanita yang tertulis di lauhil mahfudz.

You May Also Like

2 komentar