Rindu Yang Tak Terlelang

by - Juni 05, 2017

aliwpurbo.com
Photo by: zain_stark

 Selamat pagi 'gelap', dan namamu yang tak lagi ku ratap.


Telah lama aku tak ucap tentang indahnya penyakitanmu. Aku terjebak atas segala rindu yang tertulis dan takut akan terulang hati yang menghempis.

Untuk itu aku ulang ucapkan selamat pagi, semoga 'lukamu' tak tercicipi lagi.

Pagi ini aku teringat akan niat hebatku. Niat gila yang sering mereka sebut angan, aku tepiskan namun kau benarkan. Bagiku bertanya alamatmu adalah pembuktian keseriusanku. Mencoba beranjak dari janji yang teromong, menepis segala keraguan yang kosong, dan berirama berharap mengisi kerinduan yang bolong.

Namun apalah dayaku...

Niat adalah awal, dan akhir dari itu hanyalah sebuah penolakan. Berkali-kali aku tanya alamat tapi tak sedikitpun suaramu tersuat. Terpojok aku dalam  penantian, tertikam aku oleh segala pengharapan. Sekali lagi penundaanmu adalah akar dari semua ini, ketahuilah aku menanti dan aku berharap, namun kau bersunyi dan kau tak bertatap.

Kau bagai embun bening di sore senja, ketidakmungkian yang terus aku mungkinkan juga.

Begitu lama aku tunggu jawaban menyapu ketergantungan, menghibur diri dengan foto yang masih ku simpan, menggeser kenangan yang terabadikan, bernyaman dengan ketidakpastian.

Jariku terlalu lelah untuk menceritakan tentang luka yang kau tanam. Aku hanya pasrah atas setiap doa yang ku hembus, berharap itu bukan penantian yang pupus. 'Senyuman' adalah alasan aku betah untuk berdiam, menanti segala rindu yang tak jua bermalam.

Namun apalah dayaku... Dan inilah kenyataan darimu.

Kini ku teringat malam itu, malam yang keesokannya adalah harapanku menjabat tangan bapakmu. Bermodal tekad yang kuat, memperjuangkan namamu halal tersemat. Tapi apa, pertanyaan dimana rumahmu kau balas disitu pengakhiranmu.

'Tersemayam' aku di malam itu, semua rindu yang indah ku pandang berujung pada isak hati yang tertendang. Maafmu kala itu adalah kata yang teramat klasik, karna kau telah kelupas luka yang tersisik.

Berdansa dan bersulang, terimakasih kau telah beri penolakan rasa atas rindu yang tak pernah terlelang.

You May Also Like

7 komentar

  1. 😭😭😭 kasihan sekali dikao pak?

    BalasHapus
  2. Unsur dilema ternyata memang sering bikin penasaran. Pilihan katanya mastaaaah dah😊

    BalasHapus
  3. Jadi sudsh segitu jauhnya perjuanganmu dek >.< ayo tulis semua...biar aku gausah tanya-tanya haha

    BalasHapus