Fajar

by - Mei 25, 2017

aliwpurbo.com


Selamat pagi alam, ciptaan Tuhan yang selalu teragungkan.

Fajar, ia adalah sela dari pertemuan petang dan siang. Menjadikan dingin dari setiap udara yang masuk, kadang ia menusuk, melupakan segala rutinitas yang teramat sibuk.

Kadang aku terheran dengan banyak orang. Memancal selimut setan, hingga ia 'sadar', fajar telah terganti siang. Memancal selimut tebal, hingga ia 'sadar', fajar merangkak hilang, dan ia menyesal.

Menyesal? uh!!, mungkin tidak untuk sebagian orang.
Begadang merupakan 'iblis yang teridamkan', hingga ia lupa akan adanya kewajiban bertemu Tuhan di sela pergantian. Mereka asik dengan kotakan 4 hingga 6 inch. Dan dengan kuota yang terbatas mereka mulai melantunkan syair pada rindu yang menetas, menggali segala memori yang pernah terutas, hingga mengorek luka yang mungkin sudah tak pantas.

Tidakkah kau sadar? Tuhan telah membangunkanmu, membangunkan tidur dari rahim ibumu untuk berserah, dan menyembah.

Tak ada kata sulit untuk mengubah.

Niat adalah pintu gerbang, menggiring pikiran gersang, menyucikan kemurnian iman yang lubang dan berkubang.

Sadarlah, Tuhan telah berbisik dalam diam, tersirat dalam siksa-Nya yang terlampau kejam.

You May Also Like

0 komentar